Back To Normal

07 March 2012

Gunong Luhop


Couch ModePrint It

Leuhob adalah salah satu gunung yang ada di kecamatan tangse dengan ketinggian +2000 Meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan termasuk salah satu gunung yang rawan bencana di Tangse. Masih belum hilang di benak kita tentang bencana yang terjadi di Tangse beberapa bulan yang lalu, dan itu merupakan bencana yang berasal dari  gunung Leuhob karena ketidakmampuan untuk menahan jumlah curah hujan. Menurut informasi survey awal dari beberapa penduduk di sekitar, kawasan hutan gunung Leuhob merupakan kawasan hutan yang menjadi exploitasi oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab, dikarenakan oleh kelemahan instrumen hukum terhadap pelaku – pelaku eksploitasi hutan yang tidak proporsional dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan fungsi hutan secara utuh. Hutan gunung Leuhob termasuk dalam katagori hutan lindung, dimana kawasan hutan ini harus dilindungi untuk kemasalahatan masyarakat Tangse yang hidup di sekitar gunung tersebut khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan tidak berbeda dengan tujuan organisasi Mapala Jabal Everest sendiri, serta tidak meninggalkan tridharma perguruan tinggi.
Hutan Gunung Leuhob termasuk hutan tropis. Jumlah flora yang terdapat di hutan gunung Leuhob baik yang besar maupun yang kecil masih sangat banyak. Hal ini sangat mendukung dan menunjang keanekaragaman fauna yang hidup di hutan gunung tersebut, sekaligus merupakan surga bagi fauna yang da di gunung hutan tertsebut. Kondisi hutan yang masih sangat lebat dengan pepohonan juga membuat kadar air yang da di hutan gunung Leuhob sangat besar, hal ini terbukti adanya delapan hulu sungai dan alur yang mengalir dari hutan gunung leuhob. Kondisi hutan yang masih asri juga membuat udara ynag ada di hutan gunung Leuhob dingin hal ini terbukti dengan lumut yang menyelimuti pohon yang ada di hutan Gunung Leuhob tersebut.
Ekspedisi merupakan suatu perjalanan menuju ke tempat  yang baru untuk mencari hal – hal yang baru yang berbentuk penjelajahan (explorasi). Leuhob adalah salah satu gunung yang ada di kecamatan tangse dengan ketinggian +2000 Meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan termasuk salah satu gunung yang rawan bencana di Tangse. Masih belum hilang di benak kita tentang bencana yang terjadi di Tangse beberapa bulan yang lalu, dan itu merupakan bencana yang berasal dari  gunung Leuhob karena ketidakmampuan untuk menahan jumlah curah hujan. Menurut informasi survey awal dari beberapa penduduk di sekitar, kawasan hutan gunung Leuhob merupakan kawasan hutan yang menjadi exploitasi oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab, dikarenakan oleh kelemahan instrumen hukum terhadap pelaku – pelaku eksploitasi hutan yang tidak proporsional dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan fungsi hutan secara utuh. Hutan gunung Leuhob termasuk dalam katagori hutan lindung, dimana kawasan hutan ini harus dilindungi untuk kemasalahatan masyarakat Tangse yang hidup di sekitar gunung tersebut khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Gunung Leuhob juga berperan besar terhadap perekonomian penduduk yang tinggal di kaki gunung tersebut.
            Adapun Sumber Daya alam yang terdapat di gunung Leuhob sangatlah berlimpah antara lain sebagai berikut :

 Tanah
Kondisi tanah yang ada di sekitar kaki gunung Leuhob yaitu desa Blang Pandak khususnya sangatlah subur, hal ini terbukti dengan hasil bumi dari sektor pertanian yang sangat berlimpah di kawasan itu, begitu pula di sepanjang jalur pendakian dan penjelajahan yang kami lakukan karena tumbuhan yang hidup disitu cukup subur. Namun unsur tanah yang kami lewati saat melakukan eksplorasi agak sedikit berbeda dengan kondisi tanah yang ada di kaki Gunung Leuhob yaitu pada ketinggian diatas + 1800 kondisi tanah yang terdapat diarea tersebut berlumpur, lumpur teradalam bisa mencapai sepaha orang dewasa (+ 1 meter), hal ini didukung karena curah hujan yang terdapat di hutan Gunung Leuhob masih sangat tinggi dan juga memaksa team untuk melangkah lebih hati-hati. Adapun warna tanah yang berlumpur tersebut adalah seabgian berwarna tidak seperti biasanya yaitu putih hal ini dikarnekan kadar zat kapur yang terdapat dalam tanah  masih sangat tinggi.

Sungai
Gunung Leuhob merupakan salah satu gunung yang ada ditangse dengan sumber sungai paling banyak jika dibandingkan dengan 2 saudara terdekatnya yaitu Gunung Halimon dan Merseu. Adapun alur dan sumber hulu sungai yang mengalir dari gunung Leuhob sebanyak  8 aliran sungai yang terdiri dari 4 alur dan 4 Hulu sungai :
.1.    Alue thoe
      Alur thoe meupakan salah satu alur yang terdapat di gunung leuhob kondisi sungainya bebatuan dan memiliki lebar +  2-3 meter.
.2.    Alue Ajibon
      Alur ajibon yaitu salah satu alur sungai yang terdapat di kaki gunung Leuhob kondisi sungainya bebatuan dan memiliki lebar + 2-3 meter dimana alur ini bermuara ke Alur Bale atau alur simpang teungoh yang ada di Desa Blang Pandak. Di sekitar alur ini juga terjadi longsor namun tidak terlalau besar dan tidak menghambat aliran sungai yang berarti.
.3.    Alue Abah Lueng
      Alur ini merupakan alur yang terjadi longsor yang sangat besar pada saat kejadian banjir bandang di kecamatan Tangse tahun silam. Alur ini mempunyai 3 persimpangan. Kondisi sungai ini juga bebatuan dimana sepanjang alur sungai terdapat tebing-tebing yang tinggi dan terbentuklah air terjun yang ketinggian nya bisa mencapai (10 s/d 20 meter).
.4.    Alue dikueh lueng
      Alur ini juga terdapat di kaki gunung Leuhob dengan kondisi sungai nya bebatuan dan bermuara di simpang kanan desa Blang Pandak kecamtan Tangse.

.5.    Hulu sungai (krueng) Jaleum
      Adapun Sungai jaleum ini adalah salah satu sungai yang hulu nya terdapat di Gunung Leuhob dan bermuara di Kuala Lhee Geumpang.

.6.    Hulu sungai Reunieh
      Sungai reunih juga salah satu sungai yang mengalir dari Gunung Leuhob dan juga bermuara di Kuala Lhee Geumpang.
.7.    Sungai Tiro
      Sungai tiro juga merupakan sungai yang hulunya mengalir dari Gunung Leuhob dan bermuara di Pasik Lhok Kembang Tanjung Kab. Pidie.
.8.    Sungai Meuruedu
      Sungai Meurudu juga sungai yang hulunya terdapat di gunung Leuhob.
Kondisi hutan yang masih lebat dengan pohon-pohon yang besar membuat kadar air yang ada di gunung Leuhob masih tinggi. Hal ini terbukti karena pada ketinggian yang sudah mencapai !800 mdpl masih terdapat sungai.

FLORA
Keanekaragaman flora yang terdapat di gunung Leuhob masih sangat asri dan bervariasi, mulai dari yang kecil hingga yang paling besar. Adapun pohon-pohon besar yang mendominasi hutang gunung Leuhob antara lain, Pohon damar, pinus, Meudang jeumpa, Meurante, Bran, kiet, bayu, keumeunyan Puteh, pohon Ijuk, dan lain-lain. Tidak kalah banyaknya dengan pohon-pohon kecil seperti rotan,  rumput jeuralet, rumput pisang. Kondisi gunung Leuhob yang mencapai ketinggian + 2000 mdpl juga ditumbuhi tanaman lumut, anggrek, mawar, kantung semar, jamur dan masih banyak lagi jenis tumbuhan yang terdapat di gunung Leuhob tersebut.. Sungguh kondisi gunung yang sangat asri dan benar-benar surga bagi semua jenis flora yang hidup disana.
Berikut beberapa gambar flora yang hidup di Hutan Gunung Leuhob

FAUNA
Fauna merupakan keanekaragaman hewan. Adpun jenis fauna yang terdapat di hutan gunung Leuhob sangat lah bervariasi mulai dari jenis primata, reptile, aves, mamalia. Kondisi hutan yang masih sangat lebat dengan pohon membuat hutan tersebut di penuhi dengan keanekaragaman hewani.
Adapun golongan mamalia yang terdapat di Hutan gunung Leuhob masih sangat banyak dan beraneka ragam. Berikut beberapa hewan mamalia yang terdapat di hutan gunung Leuhob :
-          Gajah               - Kancil
-          Rusa                - kambing hutan
-          Harimau          - Babi hutan
-          Beruang madu - dan jenis primata : lutueng, monyet daun dll

HASIL HUTAN
Hasil hutan yang ada di hutan guung Leuhob masih sangat banyak jumlahnya dan beraneka ragam. Adapun hasil hutan yang bisa dimanfaatkan sebagai penunjang bidang ekonomi bagi masyarakat yang ada diekitar hutan gunung Leuhob antara lain adalah sebagai berikut :
-          rotan
-          damar
-          buah jeureunang (bahan utama pembuatan cat untuk kain)
-          kayu alen
-          keumeunyan putih
-          ijuk,
Selain hasil hutan yang telah disebutkan di atas masih banyak lagi jenis hasil hutan yang bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan tradisional.

Pengamatan Kondisi Hutan.
Menurut hasil Observasi yang telah team lakukan, kondisi hutan yang ada di hutan gunung leuhob masih sangat padat, baik itu dari jenis pohon kecil maupun jenis pohon besar, namun penebangan yang terjadi di hutan gunung Leuhob merupakan satu hal yang tidak bisa dipungkiri. Deru mesin yang terdengar di hutan gunung Leuhob ketika team melakukan ekspedisi dan observasi merupakan bukti bahwa masih terjadi penebangan liar di hutan tersebut. Tuntutan dan himpitan ekonomi menjadi alasan utama bagi mereka untuk melakukan kegiatan tersebut serta minimnya pengetahuan masyrakat setempat tentang fungsi hutan dan sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan hidup.
Begitu juga dengan fauna yang terdapat di hutan gunung Leuhob masih sangat lengkap, apalagi jenis Aves (burung/unggas) merupakan populasi yang masih sangat mendominasi hutan gunung Leuhob, namun perburuan dan penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar terhadap jenis aves untuk di jual adalah hal yang paling di sayangkan, lagi-lagi himpitan ekonomi menjadi alasan utama bagi mereka melakukan hal tersebut. 






Click Here For Smileys :D
:D
:)
:[
;)
:D
:O
(6)
(A)
:'(
:|
:o)
8)
(K)
(M)

3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. mantab nich Info . .
    like this _________________
    mana lagi info" yang lainnya . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks.. Tunggu aja Edisi Selanjutnya.. Hehe

      Delete