Back To Normal

05 December 2007

Tajaga "Ulu Masen" Ta Pelindong Ie


Couch ModePrint It

Penamaan Hutan Ulu Masen diambil dari nama gunung Ulu Masen yang terletak di Kecamatan Sanpoiniet Kabupaten Aceh Jaya. Ulu Masen dianggap mampu mewakili satu kawasan ekosistem hutan di bagian utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Nama Ulu Masen sendiri diambil dan diputuskan oleh komunitas yang diwakili oleh Imum Mukim Kabupaten Aceh Jaya, yaitu sebuah kesepakatan yang dilakukan pada pertemuan mukim pada tahun 2003 di Melaboh dan Banda Aceh.

Sebelum nama Ulu Masen diputuskan, juga muncul usulan penamaan kawasan gunung sikawet sebagai ekosistem hutan yang layak dilindungi, yaitu habitat satwa terancam punah seperti gajah sumatera. Setelah di telaah dan didiskusikan lebih lanjut, maka nama Ulu Masen dipilih sebagai nama kawasan hutan yang mewakili satu kesatuan ekosistem yang terdapat di lima Kabupaten.

Hutan Ulu Masen merupakan kombinasi yang lengkap antara hutan daratan rendah dan hutan daratan tinggi, kombinasi ini membuat kawasan Hutan Ulu Masen unik. Dari hasil penelitian dan data satelit, luas kawasan hutan Ulu Masen adalah seluas 738.856 Ha yang lokasinya meliputi lima Kabupaten di bagian utara Aceh dengan batas-batas sebagai berikut : Kabupaten Aceh Barat ( Kecamatan Sungai Mas, Kaway XVI dan Pante Ceureumen), Kabupaten Aceh Jaya ( Kecamatan Teunom, Panga, Krueng Sabee, Setia Bakti, Sanpoiniet dan Jaya) Kabupaten Aceh Besar ( Kecamatan Darul Imarah, Darul Kamal, Indrapuri, Kota Jantho, Kuta Cot Glei, Kuta Malaka, Lembah Seulawah, Lhoong, Leupong, Lhok Nga, Seulimum, Simpang Tiga dan Suka Makmur), Kabupaten Pidie (Kecamatan Bandar Dua, Delima, Geumpang, Geulumpang Tiga, Mane, Mila, Padang Tiji, Sakti, Tangse, Tiro, dan Kemala), Kabupaten Pidie Jaya (Kecamatan Meurah Dua, Bandar Baru, Meureudu, Trieng Gadeng dan Ulim).

Sumber : Majalah Bulletin Dwi Bulanan FFI

Hasil penelitian hidrologi di kawasan ini menyimpulkan bahwa hutan Ulu Masen menyediakan jasa lingkungan berupa sumber air yang bermamfaat bagi lebih dari dua juta masyarakat Aceh di bagian Utara.

Selain itu, Hutan Ulu Masen sangat kaya dengan keanekaragaman hayati yang menjadikan hutan ini sebagai penyedia jasa lingkungan yang bernilai ekonomi tinggi dan dibutuhkan oleh masyarakat Aceh di bagian Utara melalui beberapa jasa lingkungan seperti : penyedia sumber air, pencegah banjir dan erosi, sumber perikanan air tawar, pembangkit tenaga listrik, produksi karbon, sumber plasma nutfah, sumber hasil hutan bukan kayu, pengendali hama, sumber ilmu pengetahuan, dan parawisata.

Dalam kawasan Ulu Masen, diketahui berbagai flora dan fauna Sumatera yang terancam punah dipastikan masih mendiami kawasan ini. Seperti harimau, Beruang Madu, Macan Dahan, Kukang, Orang Hutan Sumatera, Siamang, Kedih atau Reungkah, Kambing Sumatera, burung rangkong papan, kuau besar dan gajah sumatera.


Click Here For Smileys :D
:D
:)
:[
;)
:D
:O
(6)
(A)
:'(
:|
:o)
8)
(K)
(M)

3 comments:

  1. mantap tapi apa pergerakan dari kawan-kawan MAPALA sendiri? ingat jangan sampai terjebak dalam bisnis konservasi, konservasi adalah kewajiban seluruh warga, tetapi kalau sudah jadi komoditi bisnis, kasihan Rakyat kecil.langkah dipersempit, protek hutan kita dari perusahaan-perusahaan perkayuan ataupun perkebunan sawit, biarkan rakyat mengelola sesuai dengan kearifan lokal selama ini. insya allah hutan kita terjaga,ingat aceh sudah punya pola tesendiri seperti imum mukim,kejreun blang dan kejreun uteun. semua sudah tertata dengan baik.

    ReplyDelete
  2. aah,, sempat membingungkan saia tentang nama ulu masen, ternyata nama htan :p

    ReplyDelete
  3. thanks mas heri masukan na :)
    @ cut putri :: saling berbagi ilmu, hehehehe..
    dan mari sama-sama kita tahu :)

    ReplyDelete